Laman

Minggu, 30 Agustus 2009

ASISTEN RUMAH TANGGA TERBAIK

Bila Anda ingin tahu orang yang paling menjengkelkan di dunia ini, lihatlah "asisten rumah tangga" saya. Wanita berusia 20 tahun, tinggi sekitar 160 centimeter dan berat badan kira-kira 55 kilogram ini sepertinya punya kepribadian aneh. Pada waktu tertentu dia adalah seorang penurut yang sangat setia. Tapi pada waktu yang lain bisa berubah menjadi pembangkang yang menjengkelkan.

Di bulan pertama tinggal bersama kami, istri saya sudah mulai uring-uringan dengan ulah "asisten" gila ini. Pernah suatu ketika kami akan bepergian ke suatu tempat yang agak jauh dan karenanya memerlukan waktu cukup lama. Istri saya menyuruh dia menunggui panci berisi bahan makanan yang direbus dengan pesan kalau sudah dirasa matang, cepat-cepat elpiji dimatikan. Tapi apa yang terjadi ? Sampai kedatangan kami di sore hari elpiji masih menyala, dan "asisten" celaka ini malah tidur ngorok di depan TV. Terang saja, bukan hanya panci yang gosong tapi juga gas elpiji yang mestinya baru akan habis sebulan lagi jadinya cuma bertahan sampai keesokan hari.

Sudah beberapa kali terlintas dalam pikiran kami untuk memecatnya. Tetapi setidaknya ada dua pertimbangan serius sehingga saya tak mampu mewujudkan niat itu. Pertama karena dulu sayalah yang meminta dia untuk bergabung dengan keluarga saya. Sebenarnya ibu mertua saya sudah memperingatkan bahwa track-record dia kurang bagus. Di rumah mertua hanya bertahan satu bulan, di keluarga Pakpuh cuma dua bulan. Waktu itu saya yakinkan ke ibu mertua bahwa kami akan sanggup membinanya.

Kedua adalah kondisi keluarganya yang sangat miskin. Ayahnya pengangguran, ibunya berjualan di pasar dan adiknya masih sekolah. Praktis dialah satu-satunya tumpuan harapan keluarga. Seandainya saya pecat, dengan karakter dan kepribadian dia seperti itu saya jamin tidak akan pernah ada orang yang mau mempekerjakan dia. Pastilah ini akan menjadi sebuah kiamat kecil bagi dia dan keluarganya. Jika itu terjadi maka saya khawatir kami akan didera perasaan bersalah yang berkepanjangan.

Saya berembug dengan istri, menganalisis situasi dan mencari cara terbaik menghadapi "asisten" edan ini. Kami coba menggali apa yang menjadi kelebihan dia, karena saya yakin bahwa disamping kekurangan setiap orang pasti punya kelebihan. Ternyata benar, orang ini punya kelebihan yang luar biasa. Orang ini jujur. Kejujuran adalah barang mewah dan langka di jaman sekarang ini, dan itu dimiliki pembantu yang saya anggap gila. “Ini sudah lebih dari cukup !”, kata saya kepada istri.

Maka kami putuskan untuk mempertahankan dia selama mungkin. Kami juga sepakat untuk selalu mema’afkan kalau dia melakukan hal yang menjengkelkan lagi. Dan yang paling penting, kami melakukan tindakan yang mungkin dianggap janggal : meminta ma’af lebih dulu sekiranya dia membuat kesalahan. Kalau dia bangun kesiangan kami minta ma’af karena lupa membangunkan, kalu dia salah membeli barang belanjaan kami minta ma’af karena kurang memberi penjelasan saat mau berangkat ke pasar, dan seterusnya.

Hasilnya, tidak banyak perubahan. Namun demikian kami bersyukur, karena sekarang sudah bisa menerima dia apa adanya. Lengkap dengan kejujurannya dan juga tindak-tanduknya yang terkadang menjengkelkan. Dialah asisten rumah tangga terbaik !

5 comments:

mubaroki mengatakan...

kunjungan mas...

iLham A.m mengatakan...

kunjungan ku mas....!!!

firman mengatakan...

pengalam yang menarik. salam kenal

Juragan mengatakan...

nice...benar2 bacaan ringan namun mengena bang, salam silaturahmi dari kampoeng halaman

Oskar Glauber mengatakan...

Good response in return of this query with firm arguments and telling the whole thing concerning that. capitalone.com

Posting Komentar